Minggu, 22 Oktober 2017

Tak Sadar Patah Tangan Saat Kecelakaan, Ed Sheeran Malah ke Bar

Ed Sheeran berbicara tentang kronologi kecelakaan sepeda yang menimpanya beberapa waktu lalu. Ed Sheeran tidak menyadari bahwa tangannya cedera parah, sehingga ia malah meneruskan perjalanannya ke sebuah pub.

Hal tersebut ia ungkapkan saat wawancara untuk program The Jonathan Ross Show.

"Saya mematahkan pergelangan tangan, siku, dan lengan saya. Saat itu, saya tengah mengendarai sepeda pedal. Saya tengah berada di Suffolk (menuruni bukit). Masalahnya, ketika kejadian itu terjadi, saya bangun dan seperti, 'Ah sakit' dan kemudian bersepeda ke bar,” kata Ed Sheeran.

Pelantun lagu "Shape of You" ini baru menyadari lengannya bermasalah ketika keesokan harinya.

"Pulanglah, lalu tidur dan bangun jam lima pagi dengan susah payah. Dan kemudian pergi ke rumah sakit," lanjut Ed Sheeran.

Setelah mendapati penanganan medis, pihak dokter menyarankan untuk menunda konser yang akan digelarnya tersebut.

Awalnya, penyanyi asal Inggris itu bersikeras untuk tetap melanjutkan konsernya. Namun, akhirnya ia menuruti anjuran dokter karena satu alasan.

“Saya mencoba untuk mengatakan saya akan tetap melanjutkan pertunjukan itu, tapi kemudian mereka (dokter) mengatakan bila saya memaksa, saya mungkin tidak akan bisa bermain gitar lagi, jadi saya rasa alasan itu masuk akal,” kata Ed Sheeran.

Karena kecelakaan itu, akibatnya Ed Sheeran harus menunda konsernya di Taipei, Osaka, Seoul, Tokyo, dan Hong Kong. Meskipun belum ada informasi soal konser di Jakarta, para penggemar telah merasa was-was dan bersiap untuk kemungkinan terburuknya.

Channing Tatum Batal Main Film Akibat Skandal Harvey Weinstein

Channing Tatum keluar dari proyek film The Weinstein Co setelah skandal mencuatnya kasus pelecehan seksual yang dilakukan mantan petinggi perusahaan itu, Harvey Weinstein.

Sebelumnya ia sedang menggarap "Forgive Me Leonard Peacock" --tentang seorang anak laki-laki yang menghadapi konsekuensi pelecehan seksual-- bersama The Weinstein Company, namun akhirnya memutuskan berpisah dari studio itu.

Tatum dan rekannya Reid Carolin mengeluarkan pernyataan, "Para perempuan berani yang mau membeberkan kebenaran tentang Harvey Weinstein adalah pahlawan kita yang sebenarnya."

"Mereka mengangkat batu bata yang berat untuk membangun dunia yang adil yang pantas kita tempati. Proyek kami yang sedang dikembangkan bersama TWC -- buku brilian Matthew Quick, Forgive Me Leonard Peacock -- adalah cerita tentang anak laki-laki yang hidupnya hancur gara-gara kekerasan seksual."

Dilansir Telegraph, banyak perempuan menuding Harvey Weinstein atas pelecehan seksual, termasuk aktris Rose McGowan, Angelina Jolie, Gwyneth Paltrow dan Asia Argento.

Justin Bieber Pamer Tato Baru Berukuran Jumbo

Justin Bieber tampaknya punya ketertarikan tinggi terhadap seni merajah tubuh. Sejak sekitar lima tahun belakangan, ia terus menambah koleksi tato di kulitnya.

Yang terbaru bahkan ukurannya terbilang jumbo, hampir menutupi seluruh perut dan dadanya.

Tato baru ini ia pamerkan lewat video singkat yang ia unggah di Instagram miliknya pada Sabtu (22/10/2017) kemarin. Dalam video tanpa keterangan ini, Justin Bieber tampak berjalan sambil mengarahkan kamera ke bagian perut dan dadanya yang tak ditutupi baju.

Dilansir dari E! News, rajahan ini adalah hasil karya dari seniman tato Bang Bang. Dibutuhkan waktu tiga hari untuk menyelesaikan desain berukuran besar ini.

Bang Bang juga menjelaskan makna dari tato tersebut, yang berbentuk dua malaikat, dan dua iblis di bagian bawahnya.

"Setiap aku menyelesaikan karya besar, harus ada hal positif dan negatif di dalamnya, harus ada keseimbangan... dan secara visual memang dibutuhkan adanya kontras," kata dia.

Selain malaikat dan iblis, ia juga menyertakan gambar tengkorak dan ular dalam desain tato di tubuh Justin Bieber ini. "Ini simbol dari seni Gothic dan perlawanan antara cahaya dan kegelapan, yang jahat dan baik, Yin dan Yang," ujarnya.

Jumat, 20 Oktober 2017

Gaya Busana Mad Max Bakal Terlihat di Film X-Men: Gambit

Studio 20th Century Fox tidak menyia-nyiakan waktu dalam mengerjakan proyek Gambit, film sempalan waralaba X-Men. Kabarnya, film tersebut telah memiliki perancang kostum baru ke dalam tim produksi.

Comicbook.com, Jumat (20/10/2017), menyampaikan bahwa situs Omega Underground menginformasikan keterlibatan perancang kostum peraih Oscar, Jenny Beavan untuk film sempalan X-Men itu. Sang perancang sebelumnya pernah terlibat di tim produksi Mad Max: Fury Road, film yang dibintangi Tom Hardy.

Menurut laporannya, sosok yang pernah memenangkan Piala Oscar untuk film The King's Speech dan Mad Max: Fury Road itu, akan menciptakan kostum untuk Gambit yang dimainkan Channing Tatum serta karakter mutan lain yang muncul dalam film Gambit.

Selain itu, Gore Verbinski diharapkan bisa menyutradarai film Gambit. Andai itu terjadi, maka ini menjadi yang kedua kali bagi Jenny Beavan untuk berkolaborasi dengan Gore Verbinski. Keduanya sempat terlibat dalam film horor A Cure for Wellness yang rilis awal tahun ini.

Masuknya nama Jenny Beavan ke dalam proyek film Gambit, tentunya menimbulkan spekulasi bahwa kostum ala Mad Max: Fury Road akan digunakan untuk Remy LeBeau alias Gambit. Ini juga menjadi perkembangan yang baik mengingat sebelumnya tak ada kabar yang berarti mengenai proyek film Gambit.

Awal pekan ini dilaporkan bahwa syuting film Gambit akan bertempat di New Orleans. 20th Century Fox bahkan telah memberikan tanggal rilis resmi film sempalan X-Men itu, tepatnya pada 14 Februari 2019.

Miley Cyrus Beri Kejutan kepada Korban Penembakan di Las Vegas

Katrina Hannah menjadi satu dari ratusan korban yang terluka saat seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah penonton festival musik country Route 91 Harvest di Las Vegas pada 1 Oktober 2017 lalu. Penggemar Miley Cyrus itu tertembak dua kali, di bahu dan leher. Kini ia sudah kembali ke California bersama keluarganya, dilaporkan ABC 7.

Lama menjadi fans Miley Cyrus, Hannah pun terkejut pada Selasa (17/10/2017) lalu ketika salah satu temannya menunjukkan video berisi pesan dari sang idola yang dibuat khusus untuknya, seperti disampaikan Popculture.com, Kamis (19/10/2017).

Salah seorang reporter dari ABC 7, Elex Michaelson, membagikan video tersebut di Twitter. Ia menuliskan bahwa Miley Cyrus telah melihat liputan sebelumnya tentang Hannah dari stasiun televisi Amerika Serikat tersebut.

"Hai Katrina, ini Miley. Aku pernah mendengar tentangmu dari begitu banyak orang-orang hebat. Namamu sampai kepadaku dari begitu banyak teman, beberapa kontestan di The Voice," kata Miley Cyrus di videonya itu.

"Mereka mengatakan bahwa kamu adalah penggemar berat, dan aku hanya ingin kau tahu bahwa aku selalu memikirkanmu," juri salah satu kontes tarik suara itu melanjutkan.

"Aku kirim semua getaran kebaikan, penyembuhan, dan kedamaian kepadamu, semua keluarga, dan teman-temanmu. Aku harap kamu akan merasa lebih baik segera dan hanya ingin kau tahu bahwa kau akan ada di pikiran dan hatiku. Sampai jumpa!" Miley Cyrus menutup pesannya.

Setelah menerima pesan dari Miley Cyrus, Hannah mengatakan bahwa dia merasa terbebani. "Aku tidak percaya, aku tidak percaya bagaimana ini menjadi kegilaan. Begitu banyak cinta... Aku tidak bisa. Aku terbebani, terbebani oleh cinta," katanya.

Karena Lady Marmalade, Pink - Christina Aguilera Hampir Adu Jotos

"Lady Marmalade", soundtrack film Moulin Rouge! tak hanya dikenal dengan atmosfer yang sangat seksi, tapi juga kualitas vokal prima empat penyanyinya: Pink, Mya, Lil Kim, dan Christina Aguilera. Dalam proses produksi lagu ikonis ini, ternyata Christina Aguilera dan Pink sempat berkelahi, bahkan hampir adu fisik.

Peristiwa yang terjadi pada 2001 ini , diceritakan kembali oleh Pink saat tampil dalam acara talk show Watch What Happens Live, baru-baru ini. Dilansir dari Ace Showbiz, Jumat (20/10/2017), mereka berdua ternyata berebut untuk menyanyikan nada tertinggi dalam lagu ini.

"Kala itu kami sangat muda sekali, masih anak bawang untuk hal-hal semacam ini. Dan kukira akulah yang terkuat di kelompok, begitu juga sebaliknya," kata Pink.

Ia mengatakan bahwa keduanya memiliki cara berbeda saat menghadapi konfrontasi. "Aku dulu biasa main fisik, dan dia biasa melakukannya dengan kata-kata. Kami sangat berbeda jauh, dan kami masih sangat muda," kata dia.

Saking parahnya pertikaian ini, dua penyanyi ini bahkan hampir adu jotos. "Bahkan dia melayangkan tangannya padaku saat kami berada di sebuah kelab. Lucu sekali!" tuturnya.

Untungnya, kini keduanya sudah bisa melupakan pertikaian di antara mereka. "Kami berbaikan saat bertemu di acara The Voice. Ini lucu banget, aku sampai tertawa. Aku tak bertemu dengannya selama bertahun-tahun," ujarnya.

Salah satu hal yang membuat mereka melupakan ini, kata Pink, adalah bahwa kini mereka telah menjadi seorang ibu. Tentu sikap mereka harus lebih dewasa ketimbang belasan tahun yang lalu. "Kami berpelukan. Sesederhana itu. Rasanya menyenangkan sekali," kata Pink.

Lindsay Lohan Sakit Hati dengan Wanita Amerika?

Lindsay Lohan mengungkapkan curahan hatinya pernah menjadi korban kekerasan oleh mantan kekasihnya, Egor Tarabasov, ahli waris kaya dari kerajaan bisnis di Rusia. Pada 2016, Lindsay Lohan sempat mengunggah foto yang menunjukkan luka di kakinya serta beberapa lebam.

Pesan itu seolah menunjukkan Lindsay Lohan mendapatkan perlakuan buruk hingga tindak kekerasan dari sang kekasih. Namun, foto tersebut tak mendapatkan perhatian dari publik.

Tampaknya Lindsay Lohan menyimpan rasa sakitnya hingga saat ini. Lindsay Lohan menyebutkan, hampir semua wanita di Amerika Serikat tak peduli dengan pengalaman tak menyenangkan yang dialaminya.

"Aku tak peduli apa kata orang. Aku mendukung #pemberdayaanperempuan meski tak ada yang peduli aku pernah menjadi korban kekerasan mantan kekasihku," tulis Lindsay Lohan, diwartakan The Huffington Post, Jumat (20/10/2017).

"Kau tak bisa bayangkan bagaimana rasanya menjadi #wanitakuat. Kita membuat pilihan untuk diri kita. Aku memilih terbangun di kamar seorang diri," komentar Lindsay Lohan bernada sinis.

Sayangnya, tak lama, komentar mengenai dirinya pernah menjadi korban kekerasan dihapus. Lindsay Lohan hanya menuliskan dukungan terhadap wanita yang pernah menjadi korban pelecehan seksual, khususnya Harvey Weinstein.